Sunday, 27 March 2016

Persyaratan Minimal sebelum Trading Real Account


Apapun alasan yang membuat anda memutuskan untuk terjun ke dunia Trading supaya tidak mengalami kekalahan yang fatal seperti para trader pemula pada umumnya minimal anda harus mengikuti langkah-langkah berikut ini :

1. Apapun system/strategi Trading yang anda pakai sebaiknya menggunakan Account Demo saja setidaknya sampai anda mendapatkan Profit konsisten selama 3 bulan berturut2 (minimal 20% dari Balance). Jangan melanjutkan ke step 2 jika step 1 belum terpenuhi.

2. Buka account dengan 50% dari rencana uang yang akan anda tradingkan. Misal anda berencana membuka account dng balance 10.000 usd maka bukalah account dengan balance 5000 usd terlebih dahulu. Dan lanjutkanlah dengan system trading yang anda pakai pada waktu demo sampai anda mendapatkan Profit konsisten selama 3 bulan berturut2. Jangan pernah meresikokan account anda lebih dari 2% - 5% dari balance anda per posisi. Jangan melanjutkan ke step 3 jika step 1 dan 2 belum terpenuhi.

3. Jika step 1 dan 2 sudah terpenuhi, maka anda boleh mendepositkan uang ke account sebanyak 100% dari yang anda rencanakan. Tetapi tetaplah trading menggunakan system trading yang sama sampai anda mendapat profit konsisten setidaknya 6 bulan berturut2. Dan ingat jangan meresikokan lebih dari 2% – 5% dr balance per posisi.

4. Jika anda sampai mengalami kerugian dari 30% – 35% dari balancemu. Berhentilah trading menggunakan Live account, kembali ke account Demomu dan Evaluasilah tradingmu. Apa yang salah ?jangan trading di live account dulu sampai anda menemukan dimana letak kesalahanmu. Tidak masalah jika anda harus trading menggunakan Demo account dahulu. Jika anda tidak ingin kehilangan uang, lebih baik anda menjalankan Plan ini.

Trading Setup menggunakan MA

Trading Setup:
1.       Pasang indicator Exponential Moving Average (EMA) period 5 (warna aqua) dan EMA period 12 (warna blue)**
2.       Pasang  indicator Simple Moving Average period 50 (warna Lime)**
3.       Pasang indicator Pivot Point supaya tiap hari bisa dihitung otomatis Pivot, support dan resistant.


Gambar Chart apabila semua indicator sudah terpasang
4.       Pasang Time Frame H1
Untuk posisi Buy apabila EMA period 5 crossing keatas dengan EMA 12
Untuk posisi Sell apabila EMA period 5 crossing keatas dengan EMA 12
5.       Target Profit:
Apabila berada di bawah MA 50 kita bisa pasang di harga MA 50 berada atau di titik Support dan resistant terdekat. (apabila MA50 berada pas di garis pivot/support/resistant terdekat kemungkinan harga akan menuju kesana)
6.       Metode diatas adalah salah satu strategy yang bisa dipakai tapi strategy ini juga dibutuhkan latihan dan pengamatan yang konsisten supaya intuisi anda bisa terasah dengan baik.



**warna hanya untuk penyeragaman ketika kita belajar bersama

Friday, 28 November 2014

Analisa Emas menggunakan Support dan Resistant


Pada gambar diatas anda bisa melihat bagaimana Support dan Resistant bisa menjadi panduan trading kita. Tanggal 21 Oktober 2014 harga tidak dapat menembus Resistant di 1250.19. Beberapa hari kemarin juga bisa dilihat harga belum bisa menembus 1201.80.

Kesimpulan: untuk posisi entry anda amati bagaimana pergerakan harga di area Support dan Resistant dan bagaimana Candle Patternya

Saturday, 15 November 2014

Menentukan Support dan Resistant untuk memulai Trading

Setelah anda mengetahu apa itu “support” dan apa itu “resistant” sekarang kita belajar bagaimana menentukan Support dan Resistant (S&R). Support dan resistance memegang peranan penting dalam analisa teknikal. Dapat dikatakan bahwa keduanya merupakan dasar dari analisa teknikal. Kita dapat mengambil keputusan transaksi hanya dengan mencari serta menggunakan support dan resistance (sebagai acuan dimana kita menentukan posisi “buy” maupun “sell”)
Ada berbagai cara untuk menentukan level support dan resistance, antara lain:

Friday, 24 October 2014

Mengenali Trend

Bahasa aslinya adalah “price trend” atau tren pergerakan harga. Dengan mengetahui arah trend akan membantu kita untuk mengambil keputusan buy atau sell.
Strategi terbaik dalam bertransaksi adalah melakukan transaksi yang searah dengan trend. Sederhananya adalah jika trend-nya naik, maka yang paling aman bagi kita adalah mengambil posisi buy, sedangkan jika trend sedang turun sebaiknya kita mengambil posisi sell
Secara garis besar, trend dibagi menjadi 3:

Support dan Resistant

Jika kita melihat pergerakan harga, kita akan melihat bahwa harga tidak pernah bergerak dalam satu garis yang benar-benar lurus. Harga naik dan turun adalah pemandangan yang wajar, namun jika kita perhatikan dengan lebih jauh lagi, maka kita bisa melihat harga trend pada saat itu.

Ayo, kita perhatikan lagi contoh trend pada bahasan sebelumnya. Naik, turun, naik, turun, kemudian terbentuknya puncak dan lembah sudah menjadi ciri dari pergerakan harga. Kita bisa melihat bahwa harga selalu berhenti di satu titik puncak, turun lagi dan berhenti lagi di satu titik lembah, naik lagi dan berhenti lagi di puncak yang lain, dan seterusnya.
Harga-harga itu berhenti pada level-level tertentu yang disebut dengan “support” dan “resistance”. Kali ini kita akan membahas kedua level tersebut.


1.    Support 

Kegunaan Indikator Moving Average

Moving Average merupakan indikator teknikal yang paling luas digunakan oleh investor dan trader diseluruh dunia, karena kemampuannya menghilangkan faktor subjektif dari setiap analis. Moving Average dapat diartikan sebagai perubahan harga rata-rata dalam satu timeframe tertentu. Misalnya MA 20, yang merupakan harga rata-rata selama 20 periode grafik tertentu. Jika diaplikasikan kedalam grafik Daily, MA 20 berarti harga rata-rata selama 20 hari perdagangan. Demikian juga untuk H1, MA 20 = rata-rata harga selama 20 jam terakhir.

Tipe Moving Average